Tidak Goyah Vonis Mati Aulia Pembunuh Suami-Anak Tiri

Jakarta

Meja hijau Tinggi Jakarta tetap menghukum beku Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin Oktavoanus Robert. Vonis mati terhadap keduanya pun dikuatkan oleh Meja hijau Tinggi atas dasar melakukan pembunuhan secara berencana dan biadab terhadap Pupung dan Dana.

Vonis mati ini awalnya dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada Aulia dan Geovanni dalam 15 Juni 2020 yang berserakan. Kemudian atas vonis itu keputusannya pihak pengacara Aulia, Firman Kamar mengajukan banding pada 19 Juni yang lalu.

Era itu pihak Aulia menyebut poin-poin permohonan bandingnya akan dituangkan dalam memori dan kontra memori melaksanakan setelah mendapat salinan putusan. Sementara itu, pihak Aulia juga mencari jalan mencari keadilan dengan mengirimkan tulisan kepada Presiden hingga Ketua Majelis hukum Agung.

Atas banding dengan diajukan itu, Pengadilan Tinggi Jakarta pun memutuskan menguatkan vonis azab mati terhadap Aulia.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 55/Pid. B/2020/PN Jkt Sel tanggal 15 Juni 2020 yang dimintakan banding tersebut, ” ujar majelis tinggi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (26/8/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Pontas Efendi secara anggota Artha Theresia dan Sujatmiko. PT Jakarta sependapat dengan petunjuk PN Jaksel dalam putusannya yang menyatakan bahwa dari fakta-fakta persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi yang dihubungkan dengan keterangan Aulia-Kelvin serta bukti-bukti surat yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) & dikaitkan dengan unsur pasal yang didakwakan, Aulia-Kelvin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyelenggarakan tindak pidana turut serta melayani pembunuhan berencana sebagaimana didakwakan di dakwaan primair melanggar Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 bagian (1) ke-1 KUHP;

“Menurut pendapat majelis hakim level banding, hukuman telah memenuhi patokan pemidanaan yang bersifat imperative mendesak dan sekaligus juga bersifat preventif edukatif serta cukup adil & setimpal dengan perbuatan para tersangka yang tergolong cukup sadis sama dengan telah dipertimbangkan dengan baik oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama, ” ujar majelis dalam sidang pada 18 Agustus 2020 lalu.