Rusak Jadi Wagubnya Anies, Nurmansjah Lubis Jadi Komisaris Jakpro

Jakarta

Nurmansjah Lubis ditunjuk menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Politikus PKS yang pernah bersaing dengan Ahmad Riza Patria untuk memasukkan kursi Wakil Gubernur DKI ini telah menjadi Komisaris Jakpro bohlam Agustus 2020.

Sekretaris Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Riyadi mengatakan Nurmansjah terpilih menjelma Komisaris Jakpro atas keputusan kerap umum pemegang saham (RUPS).

“Iya betul. Belum periode sih, awal September atau simpulan Agustus saya lupa ya tanggalnya, ” ujar Riyadi kepada kuli, Kamis (24/9/2020).

“Ada mekanisme segala macam, tetap di metode assessment, di proses fit and proper test segala. Ada proses itu kemudian disahkan oleh RUPS, ” katanya.

Menurutnya, Nurmansjah mengajukan menjadi Komisioner Jakpro dengan cara mengirimkan CV. Sesudah itu, para pemegang saham mengabulkan penilaian.

Dalam kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selaku pemegang saham terbesar di PT Jakpro memutuskan untuk memilih Nurmansjah menjadi salah satu komisaris. Riyadi mengatakan, Nurmansjah hanya menjadi anggota komisaris, bukan komisaris utama.

“Iya di dalam saat diterima berarti Pak Gubernur setuju kan gitu kan, jika misalkan Pak Gubernur nggak akur kan RUPS menolak, nggak ngangkat, jadi mekanismenya gitu ada metode orang ngajuin lamaran, kemudian diproses tersedia assessment, ada tes gitu lah kan, nanti hasil tesnya kayak direkomendasikan, kita usulkan ke RUPS, misalkan ada pemegang saham nggak setuju, ya nggak jadi, ” kata Riyadi.

Sebelumnya, PKS harus merelakan kursi Pemangku Gubernur DKI Jakarta setelah tergelincir dari Gerindra di Rapat Sempurna (Rapur) pemilihan. Jarak perolehan suara di antara keduanya jauh.

Nurmansjah Lubis, dari PKS hanya mendapat sebanyak 17 suara. Sementara, rivalnya Ahmad Riza Patria memperoleh 81 suara. Selain itu, dua suara dinyatakan tidak terang.

Jumlah anggota DPRD DKI Jakarta sebanyak 106 orang, namun hanya 100 orang yang hadir dalam pemilihan tersebut. enam orang yang tidak hadir berawal dari Fraksi PSI. Sementara, dua anggota Fraksi PSI yang lain, hadir sebagai anggota Panlih, & saksi pemilihan.

Dipandang dari persebaran kursi pemilihan, status paling banyak di DPRD adalah PDIP dengan perolehan 25 status. Sedangkan kursi paling sedirik ialah PPP dengan 1 kursi.

Gerindra, mendapat kursi ke dua paling banyak denga 19 Kursi. Sedangkan PKS di urutan ke tiga dengan 16 kursi. Jadi, PKS hanya bisa menaikkan satu suara dari total kedudukan yang didapat untuk Nurmansjah. Bertentangan dengan Gerindra yang mampu memimpin pemilihan wagub tersebut.

(man/jbr)