Reza Artamevia Terancam 12 Tahun Penjara Gegara Nyabu

Jakarta

Ilustrator Reza Artamevia ditangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Dari buatan tes urine, Reza Artamevia membangun telah menggunakan sabu.

Akibat perbuatannya, Reza Artamevia dijerat pasal berlapis. Dia terancam hukuman maksimal penjara 12 tahun.

“Pasal yang dipersangkakan pada yang bersangkutan, karena ini masih baru kita mendalami terus, di Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman paling kecil 4 tahun dan paling periode 12 tahun penjara, ” perkataan Kabid Humas Polda Metro Hebat, Kombes Yusri Yunus di urusan konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sabu seberat 0, 78 gram. Sabu itu dibeli Reza Artamevia dengan harga Rp 1, dua juta.

“Rp satu, 2 juta dia beli, satu klip beratnya 0, 78 rencana, sabu-sabu itu masih kita lakukan pengecekan ke labfor, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan, polisi kini masih memburu pengedar narkoba kepada Reza. Pengedar itu diketahui berinisial F dan statusnya masih buron atau jadwal pencarian orang (DPO).

“Kemudian satu yang sekarang menjadi DPO (dalam) pengejaran kita, inisialnya F. Dan ini masih kita lakukan pengejaran terhadap F ini, mudah-mudahan segera kita temukan, ” kata Yusri.

Reza Artamevia ditangkap di rumahnya dalam kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, tempat dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat (4/9) malam. Dalam penangkapan Reza, polisi menemukan sejumlah alat data seperti bong atau alat hisap, sabu, dan korek api.

Reza Artamevia saat tersebut diamankan bersama dua orang rekannya. Hasil tes urine Reza juga menyatakan bahwa Reza positif amphetamine.

(man/gbr)