Referensi Tahlilan dalam Arab dan Latin yang Biasa Dilantukan Saat Takziah

Jakarta semrawut

Bagi muslim di Indonesia, lantunan doa yang dibaca tahlilan dalam Arab dan latin bukan hal asing. Tahlilan merupakan praktik yang biasa diselenggarakan puak bila ada anggotanya yang meninggal dan masih dilakukan hingga sekarang.

Dikutip dari tulisan The Local Wisdom and Purpose of Tahlilan Tradition, tahlilan diambil dari kalimat Laa ilaaha illallah atau لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ. Arti perkataan tersebut adalah Tiada Tuhan Kecuali Allah SWT, yang mengindikasikan cuma Allah SWT yang patut disembah atau sebagai tempat kembali semua manusia.

Pada perkembangannya, tahlilan menjadi lebih dari sekadar mengutarakan kalimat Laa ilaaha illallah saat ada yang meninggal. Tahlilan menjelma tradisi dan kegiatan sosial budaya di masyarakat lengkap dengan gabungan yang mendukung atau menolak pengamalan ini.

“Ketika tahlilan tidak ada manfaatnya mempertimbangkan situasi yang menyebabkan praktik ini ditolak, misal menganggapnya syirik atau bid’ah. Ini adalah tradisi yang ketika diselenggarakan akan dihadiri keluarga, jodoh, tetangga, dan lingkungan sekitar, ” tulis Andi Warisno dan Tabrani ZA yang jurnalnya dimuat pada Advanced Science Letters tahun 2018.

Tahlilan biasanya diikuti doa dari para yang hadir untuk menguatkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Motivasi yang bersifat kerohanian biasanya diberikan dari semua dengan hadir sehingga keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan kehidupan, sambil lestari berdoa untuk yang telah meninggal dunia.

Bacaan tahlilan sebetulnya memiliki banyak versi dengan biasa dilantunkan saat menghadiri peringatan kematian. Namun dari beberapa ragam tersebut, ada bacaan yang tetap ada ketika tahlilan yaitu:

a. Diawali hadrah dan surat Al-Fatihah

b. Bacaan Al-Mu’awwidzatain

Bacaan ini terdiri atas surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Dalam beberapa versi, rangkaian surat diawali Al-Ikhlas dan diakhiri Al-Fatihah.

c. Surat Al-Baqarah bagian 1-5

(1) الÙ

(2) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

(3) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(4) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(5) أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Arab latin: 1. alif lām mÄ«m 2. żālikal-kitābu lā raiba fÄ«h, hudal lil-muttaqÄ«n 3. allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqÄ«mụnaá¹£-á¹£alāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn 4. wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn 5. ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn.

Berarti: “1. Alif Lām MÄ«m 2. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak tersedia keraguan pa-danya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan (c) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka 4. & mereka yang beriman kepada Teks (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang sudah diturunkan sebelummu (d), serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) alam baka 5. Mereka itulah yang pasti mendapat petunjuk dari Tuhan itu, dan merekalah orang-orang yang bermaslahat. ”

d. Surat Al-Baqarah ayat 163

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Arab latin: Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm

Artinya: Dan Tuhanmu merupakan Tuhan Yang Maha Esa; tak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penggemar.

e. Bagian kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahÅ« illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidÄ«him wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihÄ« illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup lestari lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak terbaring. Kepunyaan-Nya apa yang di udara dan di bumi. Tiada dengan dapat memberi syafa’at di bagian Allah tanpa izin-Nya? Allah pandangan apa-apa yang di hadapan itu dan di belakang mereka, serta mereka tidak mengetahui apa-apa sejak ilmu Allah melainkan apa dengan dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, & Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ”

f. Surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286

(285) ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

(286) لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Arab latin: 285. Amanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihÄ« wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihÄ« wa kutubihÄ« wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aá¹­a’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr 286. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasÄ«nā au akhá¹­a`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iá¹£rang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā faná¹£urnā ‘alal-qaumil-kāfirÄ«n

Artinya: 285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya & rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan ana taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. 286. Tuhan tidak membebani seseorang melainkan serasi dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya & ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau adat kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan saya, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum ana. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa dengan tak sanggup kami memikulnya. Dukung maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap trah yang kafir”.

g. Surat Hud ayat 73

قَالُوٓا۟ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ ۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

Arab latin: QālÅ« a ta’jabÄ«na min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ ‘alaikum ahlal-baÄ«t, innahụ ḥamÄ«dum majÄ«d

Artinya: Para malaikat itu berkata: “Apakah awak merasa heran tentang ketetapan Tuhan? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. ”

h. Surat Al-Ahzab ayat 33

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Arab latin: Wa qarna fÄ« buyụtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ụlā wa aqimnaá¹£-á¹£alāta wa ātÄ«naz-zakāta wa aá¹­i’nallāha wa rasụlah, innamā yurÄ«dullāhu liyuż-hiba ‘angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuá¹­ahhirakum taá¹­-hÄ«rā

Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan berlaku laku seperti orang-orang Jahiliyah dengan dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah & Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud bermaksud menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. ”

i. Membaca sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab latin: Alahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, berahi sallaita ‘ala Ibrahima wa barik ‘ala Muhammad kama barakta ‘ala ali Ibrahim fil-‘alamin, innaka hamidun majid

Artinya: ” Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya bagaikan Engkau mengirim sholawat pada puak Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti tuan mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara lainnya. Ya Tuhan segala puji sesungguhnya hanya hak Engkau, Tuhanku yang Maha Besar. ” (HR An-Nasa’i).

j. Membaca hasbalah dan hauqolah

Referensi hasbalah

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Arab latin: Hasbunallāhu wa ni’mal-wakÄ«l

Artinya: “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Tempat sebaik-baik pelindung. ”

Bacaan hauqolah

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّة َاِلَّا باِللهِ

Arab latin: La hauwla wa la quwwata illa billah

Artinya: “Tiada daya upaya dan kekuatan mengecualikan dengan pertolongan Allah. ”

k. Membaca istighfar, tahlil, dan tasbih

Bacaan istighfar

أَسْتَغِفِرُ اللهَ العَظِيْÙ

Arab latin: Astagfirullahaladzim

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. ”

Bacaan tasbih

سبحان الله

Arab latin: Subhanalloh

Artinya: “Maha Suci Allah SWT. ”

l. Diakhiri dengan doa tahlil .

(row/erd)