Polisi: Dokter Klinik Aborsi di Jakpus yang Digerebek Tidak Tersertifikasi

Jakarta

Polda Metro Jaya menggerebek klinik aborsi di Jakarta Pusat (Jakpus). Salah seorang pelaku ialah oknum dokter, namun tidak tersertifikasi sebagai dokter.

Tabib klinik aborsi tersebut berinisial DK (30). Dia merupakan salah seorang yang diamankan polisi dalam penggerebekan sebuah klinik aborsi yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakpus.

“Siapa sinse ini? Karena memang ada dokter inisial DK. (Pelaku) DK keluaran universitas (di) Sumatera Utara. Tempat pernah melakukan koas (ko-assistant) dalam salah satu rumah sakit sana dan hanya berlangsung sekitar dua bulan, sehingga yang bersangkutan DK tidak memiliki sertifikasi sebagai sinse, ” ungkap Yusri, saat konferensi pers di Polda Metro Hebat, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Yusri menambahkan pemilik klinik aborsi tersebut berinisial LA. Dia yang merekrut DK untuk menjadi dokter pengguguran.

“Karena dia tidak sampai selesai, kemudian direkrut sebab si pemilik klinik untuk lakukan praktek aborsi, ” lanjutnya.

Dalam melakukan praktek pengguguran, Yusri mengatakan tersangka DK dibantu oleh dua orang berinisial YA dan LL. Ada seorang karakter yang bertugas sebagai sekuriti berinisial RA.

Kemudian, karakter berinisial NA berperan meregistrasi anak obat. Ada juga pelaku berinisial MM melakukan USG ke pasien. Awut-awutan ED adalah cleaning service dan yang menjemput pasien, serta tersangka SM adalah ibu yang ingin mengaborsi janinnya.

Dia menambahkan klinik ini awalnya beroperasi pada 2002-2004. Setelah itu, lanjutnya, operasional klinik ini pun macet, dan dari 2017 sampai era ini klinik ini buka kembali dan melayani praktek aborsi gelap dari Senin sampai Sabtu.

“Dalam 1 hari itu kelompok ini bisa meraih untung Rp 10 juta dengan pembagian dokter dapat bagiannya 40 persen, kemudian nanti ada agent-nya tunggal, kemudian ada juga untuk pegawainya. Pegawainya dibayar Rp 250 seperseribu sehari. Tetapi Minggu tutup, ” ungkap Yusri.

(zak/zak)