Penculik Anak di Kemayoran Tertangkap Sudah Pelaku Jual Gerobak Bakso Bosnya

Jakarta kacau

Polisi menangkap Praditya Bayu (39), pelaku penculikan dengan juga mencabuli korbannya, seorang bani berkebutuhan khusus. Penangkapan pelaku tersebut bermula dari kasus penggelapan gerobak bakso yang pernah dilakukan tersangka.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, urusan penggelapan gerobak bakso tersebut terjadi di daerah Boyolali. Saat itu pelaku yang berjualan bakso, menjajakan gerobak milik bosnya sebagai simpanan pelarian dengan korban.

“Di Boyolali pada saat simpulan melakukan sewa gerobak bakso melayani penggelapan. Sebelum berangkat ke Jombang dijual Rp 500 ribu, ” kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Kasus tersebut lalu viral di media sosial, khususnya di kalangan warga sekitar Boyolali. Pengusaha bakso yang gerobaknya dijual secara diam-diam oleh pelaku kemudian memperlihatkan gambar pelaku dan korban yang sempat terekam di CCTV.

Di saat bersaingan, pihak keluarga korban juga menyerakkan selebaran informasi hilangnya korban dalam media sosial. Calvijn mengatakan penuh masyarakat yang kemudian melihat kedua unggahan tersebut, dan menyadari kedua peristiwa tersebut saling berkaitan.

“Dua hal ini dalam media sosial ternyata melihat ada keterkaitan antara anak yang buyar dan keterkaitan dengan gerobak dengan digelapkan. Tim kemudian melakukan pengkajian terkait informasi-informasi yang ada dalam lapangan dan di media sosial, ” papar Calvijn.

Pengejaran polisi kemudian membuahkan hasil. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Rulian Syauri, AKP Tommy dan AKP Zteven Chang, mengamankan pelaku dan korban di sebuah kosan di Jombang, Jawa Timur pada Rabu (30/9).

Pelaku kini telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan bertambah lanjut. Kondisi korban sendiri saat ini menjadi perhatian utama petugas kepolisan.

Calvijn menuturkan pihaknya akan berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi psikis dan wujud dari korban.

“Kita lakukan pendekatan-pendekatan trauma healing kepada anak sebagai korban dengan meneroka secara psikologis dengan tim psikolog yang ada di RS Polri Kramat Jati, dan pendampingan-pendampingan dengan ada, ” pungkasnya.

(mei/mei)