Menkum HAM Jelaskan RUU Wabah dengan Diusulkan Masuk Prolegnas 2021

Jakarta

Rancangan Undang-Undang tentang Pagebluk diusulkan pemerintah masuk ke pada program legislasi nasional atau prolegnas prioritas 2021 DPR. Apa dalih RUU Wabah ini diusulkan menyelap prolegnas prioritas 2021?

“RUU ini bertujuan untuk mengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan sudah tidak sesuai lagi secara perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan umum, ” kata Menkum HAM Yasonna Laoly saat rapat kerja bergabung Baleg DPR RI, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Ketua Dunia Hukum dan HAM DPP PDIP itu menjelaskan bahwa undang-undang dengan ada saat ini hanya mengatur penanganan wabah usai terjadinya wabah. RUU Wabah disebut Yasonna akan mengatur pencegahan wabah hingga pengaruh yang terjadi.

“Regulasi yang ada saat ini hanya menyusun upaya penanggulangan pada saat pagebluk sudah terjadi wabah, seperti munculnya pandemi COVID-19, kedepan dalam RUU ini akan mengatur secara lengkap mengenai pencegahan dan deteksi dini sebuah wabah sebagai upaya untuk meminimalisir penularan, menurunkan jumlah kejadian, jumlah kematian, risiko kecacatan, & perluasan wilayah, serta dampak malapetaka yang ditimbulkan, ” ujarnya.

Yasonna kemudian menjelaskan ruang lingkup RUU Wabah ini. Peristiwa itu meliputi penanggulangan hingga pasca merebaknya suatu wabah penyakit.

“Lingkup materi yang hendak diatur meliputi penanggulangan wabah melalui tahapan penanggulangan sebelum terjadi wabah, bilamana wabah, dan setelah epidemi terjadi, ” ucapnya.

Selain itu, Yasonna menjelaskan bahwa RUU Wabah ini juga mengatur soal pembagian tanggung jawab negeri pusat dan daerah dalam menanggulangi wabah.

“RUU itu juga akan mengatur mengenai pembagian tanggung jawab antara pemerintah sentral dan pemerintah daerah sesuai secara kewenangannya pada setiap tahapan penanggulangan wabah, serta mencakup juga penyiapan sumber daya, data dan bahan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam penanggulangan wabah, ” imbuhnya.