Masyarakat di Medan Bongkar Lantai Vila Gegara Isu Mistis, Ternyata Hambar

Medan kacau

Warga bersama set kelurahan di Medan membongkar lantai rumah gara-gara isu mistis. Awak menyebut ada bau busuk di rumah yang lantainya dibongkar tersebut.

Rumah tersebut berharta di Gang Kancil, Lingkungan enam, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang. Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Dayat Iskandar, mengatakan lantai rumah itu dibongkar gara-gara ada isu soal keberadaan sesuatu ditanam di bawahnya.

“Kalau menurut tanda dari Polda Sumut, kita hendak melakukan pembongkaran keramik yang diduga ada tanaman di dalamnya. Hanya tanaman itu apa kita belum tahu, karena nanti setelah dibongkar barulah kita tahu, ” prawacana Dayat di lokasi, Senin (14/9/2020).

Dayat menyebut pembongkaran tersebut dilakukan berawal dari pernyataan awak yang menyebut adanya aroma busuk. Dia mengatakan warga mencium bau busuk di dalam rumah.

“Kalau bau busuk warga katanya ada yang mencium akan tetapi kalau saya sendiri tidak ada mencium, warga ada yang mencium. Saya ada masuk selama 3 kali ke dalam tidak ada mencium bau busuk, ” tutur Dayat.

Dayat berkisah, berdasarkan keterangan warga, rumah tersebut adalah rumah untuk belajar tahfiz Al-Qur’an. Kemudian, karena pimpinannya problematis, orang-orang di rumah itu membiarkan lokasi tanpa diketahui oleh pemilik rumah.

Dia mengutarakan isu mistis mulai merebak ketika suatu hari datang seorang yang biasa menjadi donatur bagi para-para tahfiz. Dia mengatakan si donatur itu tak tahu kalau panti tahfiz tersebut sudah tutup sehingga dia ngobrol dengan warga. Era itulah muncul isu mistis ada sesuatu ditanam di bawah lantai.

“Ada datang seorang yang biasa menjadi donatur di tahfiz ini begitu dia sampai, perempuan ada beberapa orang sampai kemari ternyata tahfiz ini telah tutup beliau mungkin kecewa awut-awutan beliau ada berbicara dengan tetangga di sini dan beliau katakan ‘bongkar keramik di kamar itu’. Seolah-olah dia macam kesurupan macam kemasukan antara sadar atau tak, ‘bongkar keramik di kamar itu di dalam keramik itu ada tanaman’, ” tuturnya.

“Kalau menurut keterangan dia tersedia tanaman orang katanya itu fakta dari dia dan itu data bukan ke saya datangnya akan tetapi ke tetangga di sini. Jadi mereka melapor ke saya, asosiasi di sini akan membongkar tapi bilamana itu saya larang di dalam saat itu adalah hari Sabtu, ” sambung Dayat.