Kilas Balik 6 Bulan Corona di RI: PSBB, Larangan Mudik, hingga Kebiasaan Baru

Jakarta

Terhitung sudah 6 bulan sejak pemerintah mengumumkan kasus Corona pertama di Indonesia. Selama rentang waktu itu, perilaku masyarakat Indonesia mengalami dinamika.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan langsung kasus pertama Corona di Indonesia pada 2 Maret 2020. Mitos bahwa Indonesia ‘kebal’ dari Corona pun terpatahkan. Ada dua kasus positif Corona yang teridentifikasi.

Dua WNI yang positif virus Corona itu adalah ibu 64 tahun dan anaknya 31 tahun, warga Depok. Mereka ketika itu dirawat di RSPI Sulianti Saroso, yang merupakan RS rujukan Corona.

Masyarakat merespons pengumuman ini dengan beragam perilaku. Berikut ini dinamika warga dalam merespons Corona selama 6 bulan.

Panic Buying

Tak lama setelah pengumuman dua kasus tersebut, masyarakat pun mulai tampak panik. Hal ini ditandai dengan dengan kegiatan panic buying (berbelanja kebutuhan karena kepanikan) dimana-mana.

Fenomena ini salah satunya terjadi di Grand Lucky, SCBD, Senayan, Jakarta Selatan, pada Senin (2/3/2020). Warga tampak berbondong-bondong memborong kebutuhan pokok. Padahal saat itu, Presiden Jokowi memastikan bahwa stok aman pangan aman.

Selain itu, masker hingga hand sanitizer mengalami kelangkaan karena sudah diborong. Jika pun ada di toko online, harga masker dan hand sanitizer dipatok mahal.

Dari penelusuran detikcom, ada penjual yang menjajakan maskernya di aplikasi Shopee dengan nama toko filter.jr.red9. Masker Rp 31 juta tersebut dijual dengan ukuran 1 box isi 50 lembar.

Pengumuman Penambahan Kasus Corona Setiap Hari

Keesokan harinya, pada 3 Maret 2020 Presiden Jokowi menunjuk Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona. Semenjak itu, penambahan kasus Corona terus diperbarui.

Hari demi hari, kasus terus bertambah. Dari dua kasus, bertambah menjadi belasan, puluhan hingga ratusan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB)

Masa Darurat Wabah Corona Hingga PSBB

Pada 17 Maret 2020, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia.

Desakan untuk memberlakukan lockdown guna mencegah penularan Corona pun muncul. Namun, pemerintah lebih memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk daerah dengan kriteria tertentu.

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang mendapat restu PSBB pada 7 April 2020 ketika kasus Corona telah menembuh 5.000 kasus. Selanjutnya, kebijakan diikuti oleh daerah-daerah lain.