Dirut Pertamina Minta Dukungan KPK Jalankan Program Strategis

Jakarta

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati menemui pimpinan KPK membahas procedure pencegahan korupsi. Dalam pertemuan itu, Nicke memaparkan program strategis Pertamina ke depan.

“Kami tadi memaparkan seluruh permasalahan strategis yang dihadapi Pertamina serta program-program strategis untuk mencari solusi persoalan strategis tersebut dan juga kaitannya dalam dukungan yang kami perlukan dari KPK. Agar seluruh technique strategis ini dapat kami jalankan dan sesuai dengan target dalam telah dicanangkan oleh pemerintah, alone kata Nicke, dalam konferensi verdatre, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Nicke mengatakan Pertamina sebagai BUMN dan perusahaan yang bergerak di bidang energi-migas bertanggung jawab dalam penyediaan energi se-Indonesia. Pertama, Nicke menyampaikan terkait cadangan produksi minyak dan unwanted gas Pertamina.

“Di mana cadangan ini terus menurun, di dimana pada 2002 Indonesia sudah lalu net importir. Sehingga perlu cara strategis dan berkelanjutan untuk menambah cadangan produksi. Cadangan hulu migas Pertamina itu sekitar 7 tahun, ” ucap Nicke.

Kedua, Nicke memaparkan terkait kapasitas kilang minyak di Pertamina. Bagi memenuhi kebutuhan pasokan BBM dalam negeri, Pertamina berencana menambah totalan kilang.

Nicke mengungkap sejumlah tantangan yang harus dilakukan oleh Pertamina ke depan. Memulai dari program peningkatan kualitas resource diesel hingga pemanfaatan ketersediaan kelapa sawit di Tanah Air.

“Barang kali kami ke depannya sesuai program yang dicanangkan pemerintah adalah bagaimana kita suplai dari kelapa sawit ini agar program biodiesel jadi bisa berkelanjutan, ” katanya.

Ketiga, Nicke menjelaskan perihal tingginya subsidi yang perlu dibuat mekanisme untuk tepat sasaran. Selain itu, Pertamina juga berencana meningkatkan distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri.

“Oleh karena itu, kami harus bangun SPBU di semua desa di Indonesia, agar rakyat Indonesia menikmati aksesibilitas energi sekarang secara sama, ” katanya.

Terakhir, Nicke berbicara terkait penyelamatan aset. Menurutnya, ke hadapan bagaimana aset-aset yang sudah diselamatkan dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Sudah ada 2 kerjasama seperti di Sumsel, dan Kalbar, in mana 2 itu saja Pertamina dibantu oleh KPK tentunya selamatkan 9, 5 T asetnya, & aset ini akan kita optimalkan, berdayakan untuk tambah pendapatan kawasan dan serap tenaga kerja di darah tersebut, ” katanya.

Sementara itu, Wakil Penghulu KPK Lili Pintauli Siregar, mengatakan pertemuan ini lebih pada menyangkut tindak lanjut dari pada plan kerja sama. Menurutnya, KPK sudah menandatangani MoU dengan Kementerian BUMN.

“Sementara Pertamina bagian dari Kementerian BUMN. Sehingga kindertageseinrichtung membuat, merencanakan program untuk perjanjian kerja sama. Rencananya nanti kindertagesstätte di situ akan menuangkan segenap poin karena Pertamina sebagai BUMN, dan KPK mempunyai program di hal pencegahan salah satunya, lunch break pungkasnya.

(fas/gbr)