Curhat Lengkap Anak soal Tingkah laku Aa Gym ke Teh Ninih

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Muhammad Ghaza Al Ghazali dulu sempat viral lantaran membuka bahwa sang bunda, Ninih Muthmainnah telah ditalak tiga oleh Aa Gym. Kini, curhatan Ghaza kembali jadi sorotan.

Dalam akun Facebook-nya, Muhammad Ghaza Al Ghazali menceritakan sikap Aa Gym kepada Teh Ninih. Ghaza menceritakan sikap Aa Gym saat tahu dirinya mau mengundang sang bunda ke pernikahannya.

Berikut adalah curhatan lengkap Muhammad Ghaza Al Ghazali yang tersebar:

Hampir satu tahun terlewati, tepatnya satu minggu sebelum hari pernikahan saya.

Berat, tanpa kehadirannya. Namun, apa daya, ketika suatu kalimat tanya terlontar.

“Buat apa dia hadir? “. Seolah lidahku kelu untuk menjawabnya.

Entah apa jepitan apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan demikian.

“Untuk apa seorang ibu sedia di pernikahan putranya? “. Menurut anda, apakah balasan yang tepat untuk pertanyaan tersebut? Akankah anda menjawabnya dengan mudah? Atau anda akan terdiam membisu, terperanjat karena ayah anda bertanya demikian kepada anda?

Seandainya, ya, seandainya. Aku mampu menjawab, “Maaf, untuk apa bapak hadir? “. Niscaya akan kujawab dengan demikian.

Tapi, ya. Begitulah Ibuku. Entah di sudut surga sebelah mana ia dilahirkan. Entah dimana ia memendam kedua sayapnya.

Mengalah, mengalah, dan mengalah. Selalu mundur. Itulah pilihannya.

Menjadikan begitu sulit untuk menyusulmu tuk terbang tinggi. Degan keagungan akhlakmu, kesabaranmu, untuk menghadapi semuanya. Menyimpan semuanya dengan rapi, memilih untuk hidup, kemudian menumpahkannya kepada Sang Pemilik langit dan dunia, dikala kami terlelap dengan mimpi mimpi kami.

“Kamu Musyrik”
“Kamu Munafik”
“Kamu Menuhankan Makhluq”

Inilah kalimat-kalimat pujian yang selalu kami dengar. Ya, selalu. Dikala makan dalam restoran, Berangkat sekolah. Bergabung bersama. Bahkan mungkin dalam setiap sudut bumi ini, hanya ada pengingat hendak kalimat itu semua

Tetapi dirimu. Ya dirimu. Tidak pernah kudengar sekalipun, perkataan. Tidak. Kata, yang menyakiti hati kami.

Berapa periode ya? Ya, hanya pendek. Mungkin sekitar 15 tahun. Alunan pujian yang memenuhi relung kami.

Entah apa yang mereka rasakan. Tetapi rasanya bagiku, begitu tenteram, disaat ini. Disaat segenap sudah terhenti.

Rasanya cukup bagiku penderitaanmu. Sudah waktunya bagimu untuk tersenyum. Telah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama.

Ya, betul. Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah, manusia. Barangkali, waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas.

Tetapi, maaf. Sudah cukup. Telah cukup sampai sini permainannya.

5 Juni 2020, lusa adalah tepat satu tahun setelah engkau dicerai. Serta, sampai detik ini tuan digantung, dipermainkan.

Maaf, aku tak bisa diam.

Wahai anda pembaca, Bertindaklah!

Jika Anda mampu berbicara, Bicaralah!
Kalau Anda mampu menasihati, Nasihatilah!
Jika Anda mampu pergi, Pergilah!

Itulah curhatan Muhammad Ghaza Al Ghazali, melihat kondisi keluarga Teh Ninih dan Aa Gym. Pada bulan April 2021, Aa Gym yang sudah mengajukan permohonan cerai ke Pengadilan Agama Bandung, memilih untuk cabut aplikasi cerainya.

Simak Video ” Aa Gym Gugat Cerai Teh Ninih
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)