Bareskrim Selidiki Kasus Dugaan Pelanggaran Manuver Mulyadi-Ali Mukhni

Jakarta

Bareskrim Polri mulai menyelidiki kasus telaahan tindak pidana pemilu pasangan bahan Pilgub Sumatera Barat (Sumbar) Mulyadi-Ali Mukhni. Polri mengatakan, sentra Gakkumdu menyepakati perkara tersebut masuk ke dalam tindak pidana pemilihan yang kemudian penyidikannya diteruskan ke Bareskrim.

“Setelah dilakukan kajian oleh Bawaslu dan lidik oleh kepolisian serta pendampingan dari kejaksaan, bahwasannya Sentra Gakkumdu sepakat kalau perkara tersebut merupakan tindak kejahatan pemilihan dan direkomendasikan untuk diteruskan ke penyidik, ” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Bambu Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).

Awi menyampaikan, tim penyidik mempunyai waktu dua minggu untuk melaksanakan penyidikan. Waktu penyidikan dimulai semenjak pelapor melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim pada dua hari dengan lalu.

“Pada hari Minggu, tanggal 22 November 2020 pihak pelapor melaporkan ke Bareskrim Polri tentunya dari saat itu Bareskrim Polri punya waktu 14 keadaan untuk melakukan penyidikan, ” ujarnya.

Untuk diketahui, Mulyadi-Ali Mukhni dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penetapan umum.

Penasihat hukum pelapor Yogi Ramon Setiawan, Maulana Bunggaran, mengatakan kliennya sebelumnya telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu RI dan saat ini sudah dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Masukan tersebut sudah mendapatkan LP dari Bawaslu bernomor: 14/LP/PG/RI/00, 00/XI/2020.

Maulana menuturkan, Bareskrim Polri hari ini menjadwalkan pemeriksaan pelapor dan juga para saksi. Maulana menyebut pasangan Mulyadi-Ali telah kampanye di luar jadwal lewat tayangan di sebuah program TV.

“Hari ini agendanya penjagaan pelapor beserta saksi-saksi. Kampanye dalam luar jadwal melalui media elektronik dalam acara Coffee Break TV One pada tanggal 12 November 2020, ” kata Maulana Senin (23/11).

Maulana membaca, dalam tayangan di program tersebut, Mulyadi-Ali menyampaikan visi misi mereka. Kemudian kata Maulana, ada juga slogan dari paslon tersebut yang ditampilkan saat acara berlangsung.

“Ada… slogan yang dimanfaatkan calon Gubernur tersebut. Kedua pada dalam materi dari acara tersebut diduga merupakan penyampaian program ataupun visi maupun misi dari bahan, ” tuturnya.

Bertambah lanjut Maulana mengatakan pihaknya juga sudah melampirkan beberapa bukti terpaut adanya dugaan pelanggaran pemilu dengan dilakukan Mulyadi-Ali. Salah satunya rekaman video program tersebut yang diperoleh dari YouTube.