Bareskrim: Penipu Tanaman Hias Ploris Cica Juga Pakai Akun Hen Wid Plant

Jakarta

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus penipu jual kulak tanaman hias Indra Nugraha pada wilayah Subang, Jawa Barat. Di melancarkan aksinya pelaku bergonta-ganti nama akun Facebook mulai dari Ploris Cica hingga Hen Wid Plant Aglonema.

“Kami sedang terus melakukan pendalaman di lapangan karena korbannya banyak, ” kata Kanit IV Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kompol Silvester Simamora saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Kompol Silvester menerangkan, awalnya pelaku mewujudkan akun Facebook Hen wid Plant Aglonema. Lewat akun ini, target menjerat para korban para pecinta tanaman hias untuk membeli.

“Dari akun Hen Wid Plant Aglonema itu dia menjerat objek untuk membeli tanaman. Setelah penuh korban, dia blokir korban-korbannya bagus di Facebook maupun WhatsApp. Berserakan dari situ dia ganti nama akun. Akun Facebooknya tetap pas, namanya saja yang berganti antara lain Ploris Cica itu, ” jelasnya.

Dit Siber Bareskrim ungkap kasus penipuan jual beli tanaman hias (ist)

Dikonfirmasi terbelah, ketua tim penindakan kasus ini AKP Jeffrey Bram menyatakan dirinya dan anggota masih berada pada Subang, Jawa Barat, untuk perluasan kasus. Sejumlah saksi di sekitar kos-kosan korban masih diperiksa.

AKP Jeffrey juga membaca hal senada. Dia menyebut, tersangka Indra Nugraha bergonta-ganti nama akun agar bisa terus melancarkan aksinya.

“Korban yang tertipu langsung dia blokir Facebook maupun WhatsApp-nya. Lalu dia berganti nama akun Facebook dan mencari target lainnya. Dia juga menggunakan sejumlah nomor handphone untuk mengelabui calon korban, ” katanya.

“Korban rata-rata ibu-ibu pecinta tanaman di berbagai daerah seperti Kupang, Bogor, Jambi, Aceh, Subang, had Bekasi dengan nilai kerugian daripada mulai Rp 200 ribu tenggat di atas Rp 4, 7 juta. Masih kita telusuri terus, ” sambung AKP Jeffrey.

Indra Nugraha ditangkap AKP Jeffrey dan anggotanya di tempat kontrakannya di wilayah Subang, Jawa Barat pada Rabu 09 September 2020 pukul 22. 00 WIB. Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya, namun setelah polisi melakukan penggeledahan dan pemeriksaan dan menemukan bukti-bukti, tersangka akhirnya mengaku.

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, kasus penipuan jual beli tanaman hias ini akan diusut tuntas. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan bekerja cepat karena kasus ini meresahkan bangsa.

“Kasus ini bakal jadi atensi Direktorat Tindak Kejahatan Siber karena meresahkan masyarakat, supaya tidak akan ada lagi korban-korban berikutnya. Kita berantas habis, ” ujarnya.

(hri/fjp)